<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menuju pintu rahmat dan ampunan</title>
	<atom:link href="http://arumjakarta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arumjakarta.wordpress.com</link>
	<description>Semoga selalu dalam keridhoan Allah..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Feb 2011 06:47:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arumjakarta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menuju pintu rahmat dan ampunan</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arumjakarta.wordpress.com/osd.xml" title="Menuju pintu rahmat dan ampunan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arumjakarta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pribadi Yang Tenang</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/31/pribadi-yang-tenang/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/31/pribadi-yang-tenang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 02:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku yang baik, sikap resah, gelisah, panik, merupakan tanda ketidak tenangan seseorang dalam bersikap dan berprilaku. Sikap tersebut dapat mendatangkan situasi disekitarnya tidak bersahabat. Bahkan akan memupuk sikap ceroboh, emosional, dan membuat orang lain terdzalimi. Padahal prestasi, kesuksesan, dapat diraih oleh seseorang yang hatinya senantiasa berada dalam keadaan tenang. Seseorang yang memiliki pribadi yang tenang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=21&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">Saudaraku yang baik, sikap resah, gelisah, panik, merupakan tanda ketidak tenangan seseorang dalam bersikap dan berprilaku. Sikap tersebut dapat mendatangkan situasi disekitarnya tidak bersahabat. Bahkan akan memupuk sikap ceroboh, emosional, dan membuat orang lain terdzalimi. Padahal prestasi, kesuksesan, dapat diraih oleh seseorang yang hatinya senantiasa berada dalam keadaan tenang. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"><span id="more-21"></span><br />
</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">Seseorang yang memiliki pribadi yang tenang dapat dilihat dari kemampuan berpikirnya yang jernih, kemampuan menghimpun informasi yang akurat, dan kemampuan dalam bertindak yang selalu tepat, efektif, dan efesien. Semua itu diperoleh dari keyakinan yang tinggi pada Allah SWT. Sementara keyakinan dapat diperoleh dari ilmu pengetahuan dan pemahaman. Hal yang ironis jika seseorang bisa berprestasi tanpa ilmu dan pengalaman atau tanpa pendekatan pada Allah. Karena dengan ilmu, seseorang dapat merangkum berbagai informasi; dan melalui pengalaman seseorang akan meraih sejuta wawasan. Begitu juga dengan pendekatan melalui dzikir dan doa akan menyebabkan seseorang bertambah keyakinan pada sang Khalik.</span></p>
<p>Keyakinan dapat muncul dari latihan yang intensif. Orang yang terbiasa hidup sederhana, misalnya. Yang sejak kecil dididik untuk hidup sederhana, maka setelah dewasa, di kala jabatan telah digenggamnya tak membuatnya silau karena baju ke-zuhud-an senantiasa melekat dalam dirinya. Itu salah satu bukti akan terinternalisasinya ilmu dan kedekatan dari pada Allah SWT hingga menjadikan-Nya sebagai yang utama.</p>
<p>Saudaraku, marilah kita pupuk diri kita menjadi pribadi yang tenang, namun tetap terkendali. Karena dengan sikap tenanglah akan melahirkan pribadi yang bijak dan berwibawa. Maka di saat kita dilanda gelisah, cukuplah Allah menjadi tempat pemberi ketenangan. Semoga Allah SWT yang menggenggam setiap hati hamba-hamba-Nya senantiasa melimpahkan ketenangan kepada kita. Amin. Wallahua’lam.</p>
<p class="MsoNormal">[<span class="biru11"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Oleh</span></strong></span><span class="biru11"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> KH. Abdullah Gymnastiar</span></span>]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=21&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/31/pribadi-yang-tenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berapa lama kita dikubur?</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/31/berapa-lama-kita-dikubur/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/31/berapa-lama-kita-dikubur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 02:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/31/berapa-lama-kita-dikubur/</guid>
		<description><![CDATA[Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya  yang kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang  es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya. Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=20&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="HTMLTypewriter2"><b><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"></span></b></span><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya  yang kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang  es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-20"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak kekanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan &#8220;Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1905:20-01-1965&#8243; &#8220;Nak, ini kubur nenekmu mari kita  berdo&#8217;a untuk nenekmu&#8221; Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan  ayahnya yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti  ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo&#8217;a untuk neneknya&#8230;</span></span></p>
<p><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah.&#8221; Ayahnya mengangguk sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya. &#8220;Hmm, berarti nenek sudah meninggal 36 tahun ya yah&#8230;&#8221; kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. &#8220;Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36 tahun &#8230; &#8220;  Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak  kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut  &#8220;Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910&#8243; &#8220;Hmm.. kalau yang itu sudah  meninggal 91 tahun yang lalu ya yah&#8221; jarinya menunjuk nisan disamping  kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat  mengelus kepala anak satu-satunya. &#8220;Memangnya kenapa ndhuk ?&#8221; kata sang  ayah menatap teduh mata anaknya. &#8220;Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa  kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, kita akan  disiksa di neraka &#8221; kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. &#8220;Iya  kan yah?&#8221; Ayahnya tersenyum,</span></span><br />
<span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Lalu?&#8221;</span></span></p>
<p><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun nenek senang di kubur &#8230;. ya nggak yah?&#8221; Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas</span></span><br />
<span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas&#8230;.. &#8220;Iya nak, kamu pintar,&#8221; kata ayahnya pendek.</span></span></p>
<p><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya &#8230; 36 tahun &#8230; hingga sekarang&#8230;kalau kiamat datang 100 tahun lagi &#8230;.136 tahun disiksa .. atau</span></span><br />
<span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">bahagia di kubur &#8230;. Lalu ia menunduk &#8230; meneteskan air mata &#8230;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya &#8230; lalu kiamat masih 1000  tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna  ilaihi rooji&#8217;un &#8230; air matanya semakin banyak menetes&#8230;..Sanggupkah ia  selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000  tahun lagi</span></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"><br />
<span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur  .. lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah?  Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah  tak tahan?</span></span></p>
<p><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">Ya Allah &#8230;ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya naik turun tak teratur&#8230;. air matanya semakin membanjiri jenggotnya  &#8230;.. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa  itu hingga suaranya serak &#8230; dan ia berhenti sejenak ketika terdengar  batuk Yani.</span></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"></p>
<p><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-family:Verdana;">Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu&#8230; dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur &#8230;tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti sebuah kehidupan&#8230; dan apa yang akan datang di depannya&#8230;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span class="HTMLTypewriter2"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=20&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/31/berapa-lama-kita-dikubur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi kekasih Allah</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/28/menjadi-kekasih-allah/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/28/menjadi-kekasih-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 05:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Bicara tentang kekasih, identik dengan berbicara tentang cinta. Sesuatu yang dicintai dan dikasihi, dimakhlumi sebagai kekasih. Nabiyullah Ibrahim mendapat julukan Khalilullah (Kekasih Allah), artinya beliau mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya. Cinta yang hakiki &#8211; murni &#8211; sejati adalah cinta pada Dia, Dzat Maha Suci yang secara realitas telah memberi segala yang kita rasakan sekarang. Cinta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=19&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Bicara tentang kekasih, identik dengan berbicara tentang cinta. Sesuatu yang dicintai dan dikasihi, dimakhlumi sebagai kekasih. Nabiyullah Ibrahim mendapat julukan Khalilullah (Kekasih Allah), artinya beliau mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya. Cinta yang hakiki &#8211; murni &#8211; sejati adalah cinta pada Dia, Dzat Maha Suci yang secara realitas telah memberi segala yang kita rasakan sekarang. Cinta hakiki adalah cinta pada dzat yang mencintai kita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-19"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Betapa tidak, hanya Dia lah yang memberikan segalanya pada kita. Tengok saja segala yang kita miliki, semuanya berasal dari Allah SWT. Semua yang kita gunakan adalah milik-Nya, lalu atas dasar kasih-Nya Dia mengijinkan kita untuk menggunakan semua itu. Hakekatnya, badan, tanah, rumah, kendaraan, kekayaan, jabatan dan segala hal yang kita gunakan bukanlah milik hakiki kita. Itu adalah milik Allah SWT yang atas cinta-Nya dibolehkan untuk kita gunakan sehingga menjadi &#8216;milik&#8217; kita di dunia. Bukti konkret bahwa semua itu bukan milik hakiki kita, hanya &#8216;milik&#8217; sementara saja, adalah ketika siapapun meninggal maka semua itu tidak dibawanya. Badan hancur lebur dimakan bakteri; tanah, rumah, kendaraan, dan kekayaan tidak ikut dikubur, semuanya diwariskan. Jabatan juga hanya tinggal sebutan. Satu-satunya jabatan yang melekat adalah : MAYAT.</p>
<p>Realitas menunjukkan tidak ada siapapun yang mencintai kita memberi segala yang kita punyai dan kita butuhkan selain Allah Pencipta kita. Kecintaan Allah SWT nampak begitu nyata. Bila demikian, maka sangat rasional bila saya, anda, dan siapapun ingin menjadi kekasih-Nya. Ingin menumpahkan cinta kita kepada-Nya. Kehendak menjadi kekasih Allah SWT dan mencurahkan kecintaan kepada-Nya sungguh merupakan keniscayaan bagi mereka yang menyadari sebagai hamba Allah Dzat Maha Pemberi.</p>
<p>***</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">Wujud Nyata</span></b></p>
<p>Wujud cinta tersebut umumnya teraplikasi setidaknya dalam tiga bentuk. Pertama, lebih mementingkan perintah kekasihnya dari pada perintah yang lain; kedua, lebih mementingkan pertemuan dengan kekasihnya dibanding dengan yang lain; dan ketiga, lebih mementingkan mendapat keridhaan kekasihnya dari pada mendapatkan keridhaan yang lainnya. Karenanya, untuk mengecek apakah kita sudah menjadikan Allah SWT sebagai kekasih sejati atau belum mestinya kita mengecek sudahkah kita selalu taat pada perintah-Nya? Sudahkah selalu ingin bertemu dengan-Nya dalam peribadatan? Sudahkah mengharapkan keridhaan hanya dari-Nya? Kepada hukum Allah ataukah hukum thaghut? Jika jawabannya belum, maka tidak salah bila saat ini nurani anda bergumam : &#8220;Hipokrit engkau wahai jiwaku!&#8221; Sekalipun demikian, sampai sekarang pun belum terlambat untuk menjadikan-Nya al-Mahbub (yang dicintai). Yakinlah, kita dapat menjadi kekasih-Nya hingga nama kita senantiasa disebut-sebut di kalangan para malaikat.</p>
<p>Satu hal yang penting dicatat, tidak mungkin Allah SWT menyayangi dan mengasihi kita dalam keridhaan-Nya bila kita sendiri tidak mencintai-Nya. Inilah kiat pertama yang mutlak dilakukan : &#8220;Jadikanlah Allah sebagai kekasih kita, niscaya kita akan menjadi kekasih-Nya.&#8221; Katakanlah : &#8220;Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Begitu firman Allah SWT dalam surat Ali &#8216;Imran [3] ayat 31.</p>
<p>Seorang muslim, apalagi pengemban dakwah, sudah sepatutnyalah menjadikan cinta tertingginya untuk Allah SWT. Karena dia adalah penyebar ajaran-ajaran-Nya. Dengan demikian ia akan menjadi uswah dan qudwah bagi masyarakat obyek dakwahnya. Sulit dibayangkan seseorang mengajak orang lain untuk mencintai Allah SWT bila dia yang mengajaknya tidak menjadikan Allah SWT sebagai kekasihnya. Jadi, keimanan dan tanggung jawab ini akan mendorong setiap mukmin pengemban dakwah terus berusaha untuk mencintai sekaligus dicintai oleh Allah. Demikian pula muslim pada umumnya.</p>
<p>***</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">Langkah Menjadi Kekasih-Nya</span></b></p>
<p>Siapapun yang mentadabburi kalamullah, akan menemukan beberapa sifat yang harus dimiliki agar menjadi hamba yang dicintai Khaliqnya. Beberapa karakteristik tersebut diantaranya :<br />
<b><span style="font-family:Verdana;color:black;">1. Beriman</span></b><br />
Adanya iman pada seseorang, merupakan syarat mutlak bagi hamba yang berhasrat dicintai Allah. Tanpa ini, jangan harap ada cinta dari-Nya. Firman Allah SWT : &#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman (orang yang sempurna imannya) itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal.&#8221; (QS. Al-Anfaal [8] : 2).<br />
Penampakan keimanan yang lainnya, ia senantiasa khusyu&#8217; dalam shalatnya. Sebagaimana firman Allah SWT : &#8220;(yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam shalatnya.&#8221; (QS. Al-Mukminuun [23] : 2).<br />
Saat melakukan shalat, pikirannya tertuju pada makna bacaan, lidahnya membaca dan hatinya menghayati apa yang dibacanya itu. Ia dapat khusyu’ seperti ini karena betul-betul meyakini akan pertemuannya dengan Allah dan ia pun yakin bahwa ia pasti akan kembali dan bertemu dengan-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT : &#8220;(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.&#8221; (QS. Al-Baqarah [2] : 46).<br />
Keimanan yang seperti ini akan juga membuahkan amal-amal yang menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna. Sebagaimana firman Allah SWT : &#8220;Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.&#8221; (QS. Al-Mukminuun [23] : 3).<br />
Demikian pula ia mengeluarkan zakat, menjaga arji-nya dari berzina, selalu memegang teguh dan menyampaikan amanat, menepati janji, dan selalu menjaga sholatnya agar tidak terbengkalai. Sebagaimana firman Allah SWT : &#8220;Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan sembahyangnya.&#8221; (QA. Al-Mukminun [23] : 4 &#8211; 9).</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">2. Bertaqwa</span></b><br />
Allah SWT berfirman : &#8220;(Bukan demikian) sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuatnya) dan bertaqwa maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (QS. Ali Imron [3] :76).<br />
Taqwa tidak melekat begitu saja pada seseorang. Ia lebih merupakan suatu hasil kerja terus menerus dengan amal Islami. Karenanya, taqwa perlu dibina, disuburkan dan diistiqamahkan. Kehidupan duniawi laksana seseorang yang mengendarai kuda. Bila lalai mengatur kendalinya, tak tahu kuda lari kemana dan kita bernasib bagaimana. Yang jelas kita akan tersesat dalam kondisi sesesat-sesatnya. Dalam hidup di dunia, taqwa itulah kendalinya.<br />
Sayidina Utsman bin Affan ra pernah mengungkap lima hal penting sebagai wujud taqwa pada seseorang yaitu : &#8220;Suka bergaul dengan orang yang baik dalam agamanya serta dapat mengekang nafsu syahwat dan lisannya; bila ditimpah musibah keduniaan yang besar dia menganggapnya sebagai ujian; bila ditimpah urusan kecil mengenai keagamaan dia merasa untung karenanya; tidak menjejali perutnya walaupun dengan makanan yang halal karena takut tercampur dengan barang haram; dan pada pandangannya orang lain sudah berhasil membersihkan dirinya sedangkan dirinya merasa masih kotor.&#8221;</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">3. Berbuat Ihsan</span></b><br />
Al Fadhil Ibn &#8216;Iyadh berkata : &#8220;Sesungguhnya sesuatu perbuatan apabila benar tetapi tidak ikhlas maka amal itu tidak diterima. Demikian pula apabila dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar (shawab) maka amal itupun tidak diterima, jadi harus ikhlas dan benar. Ikhlas artinya hanya karena Allah, dan benar artinya sesuai dengan sunnah Rasul Allah SAW.&#8221;<br />
Dengan demikian dengan dua syarat tadi mudahlah mengukur amal kita, termasuk amal yang ihsan (baik) atau tidak.<br />
Berkaitan dengan seruan berbuat baik, Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya : &#8220;Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat baik.&#8221; (QS. Al-Baqarah [2] : 195).<br />
&#8220;Menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&#8221; (QS. Ali Imron [3] : 134).<br />
Selain itu, disaat melakukan suatu perbuatan tujuannya harus betul-betul dalam rangka beribadah kepada Allah SWT; dengan seakan-akan kita melihat-Nya dan apabila kita tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihat kita. Inilah definisi ihsan dalam beribadah menurut Rasul SAW yang tercantum dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim. Apabila kita sudah bersikap seperti ini (ihsan) niscaya dalam setiap melakukan perbuatan akan selalu ikhlas dan benar.<br />
Banyak sekali amal kebaikan yang dapat dilakukan, baik yang berhubungan dengan Allah seperti shalat, membaca Al-Qur&#8217;an, shaum, berhubungan dengan diri sendiri seperti berakhlakul karimah, berpakaian rapi, menjaga diri dari makanan haram, ataupun berhubungan dengan sesama manusia dalam bermuamalah dan uqubat.<br />
Jangan sekali-kali menganggap remeh suatu amal kebaikan. Sekecil apapun lakukanlah perbuatan baik tersebut, tinggalkanlah perbuatan dosa. Ingat pula, jangan menunda-nunda amal! Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata : &#8220;Jika engkau di waktu sore janganlah engkau menunggu pagi, dan jika engkau di waktu pagi janganlah engkau menunggu sore. Pergunakanlah sehatmu untuk beramal sebelum sakit, dan pergunakanlah hidupmu sebelum mati.&#8221;<br />
Sementar itu, Khalifah Ali Karamaallahu Wajhah berpesan : &#8220;Jadilah kamu sebaik-baik manusia disisi Allah dan anggaplah kamu sejelek-jelek manusia menurut dirimu sendiri dan jadilah kamu orang yang berguna di Masyarakat.&#8221;</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">4. Selalu Sabar</span></b><br />
Seperti halnya dalam kehidupan yang lain, dalam medan dakwah pun tidak luput dari tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan. Semua itu pada hakekatnya merupakan ujian. Maka sabar merupakan pakaian para pengemban dakwah dimana pun berada dan kondisi apapun yang tengah dihadapinya. Sabar tidaklah harus berarti berdiam diri melainkan harus berusaha juga sekuat tenaga untuk menghadapinya. Mereka yang tidak sabar termasuk orang yang merugi, ia akan cepat frustasi, marah-marah, stress, bahkan bisa jadi menyalahkan Allah SWT. Na&#8217;udzu billahi min dzalik. Sabar bukanlah paket yang disediakan secara Inheren dalam penciptaan manusia. Sabar hanya akan ada pada mereka yang mengupayakannya. Anda dapat sabar ataukah tidak, terserah pilihan anda. Begitu pula saya atau dia. Bagi kita yang hendak menanam kesabaran diri ada beberapa pengalaman yang dapat dijadikan cermin untuk meraihnya upaya tersebut antara lain :<br />
Pertama, pahamilah bahwa hidup ini adalah ujian. Sesungguhnya Allah SWT menciptakan hidup dan mati itu merupakan ujian bagi seluruh hamba-Nya (QS. Al-Muluk : 2). Berbagai bentuk ujian akan senantiasa mengiringi kehidupan seorang muslim. Apakah itu berupa ketakutan, rasa lapar, dan kekurangan harta (QS. Al-Baqarah : 155). Namun ada juga berupa perkara yang baik-baik (QS. Al-Anfal : 17). Ujian akan berakhir dengan tibanya ajal. Siapa yang siap hidup harus siap menghadapi ujian.<br />
Kedua, sadarilah bahwa seluruh ujian yang ada, sekaligus sebagai pengecek kekuatan iman seseorang (QS. Al-Ankabut : 2). Semakin kuat keimanan seseorang maka semakin banyak dan berat juga ujian hidup yang akan dialaminya. Justru, bagi seorang muslim yang mengaku beriman tetapi belum pernah diuji, mestinya bertanya pada dirinya sudah sejauh manakah kadar keimanannya.<br />
Ketiga, sabar itu merupakan salah satu tanda keberhasilan (QS. Ali-Imran : 200). Betapa banyak kaum terdahulu yang terbinasa karena ketidak sabarannya. Orang yang tidak sabar akan suatu perkara sebenarnya telah kehilangan kesempatan untuk mengungguli perkara tersebut.<br />
Keempat, sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang sabar (QS. Ali-Imran : 146). Memang kesabaran bukanlah perkara yang mudah. Sebab, kesabaran memerlukan ketulusan dan kesungguhan tingkat tinggi. Agar berhasil memilikinya, biasakanlah dan perbanyaklah do&#8217;a : Artinya &#8220;Ya Rabb kami, curahkanlah kesabaran kepada kami, dan matikanlah kami dalam keadaan muslim.&#8221; (QS. Al-A’raf : 222).</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">5. Tawakkal</span></b><br />
Satu ciri lain orang yang dicintai Allah SWT adalah orang yang tawakkal. Kaum mukminin di perintahkan untuk menyerahkan segala urusannya (tawakkal) hanya kepada Allah SWT (QS. Ali-Imran : 122; QS. Al-Maidah : 11). Sebelum melakukan segala sesuatu, kita harus menyerahkan segala macam urusan kita kepada Allah SWT. Jadi bukan berusaha lalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam setiap urusan jauh-jauh sebelumnya baru berusaha menghadapi sekuat tenaga.</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">6. Mencintai Allah SWT</span></b><br />
Agar kita dicintai Allah SWT, kita harus mencintai-Nya. Wujud cinta kepada Allah adalah cinta kepada sesama muslim dan keras kepada orang kafir (bukan sebaliknya), siap berjihad, dan tidak takut terhadap selaan orang yang mencela. Demikian disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 54. Mencintai Allah SWT dilakukan dengan cara mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW dalam segala peri kehidupannya (QS. Ali-Imran : 31). Lembut terhadap sesama muslim dilakukan dengan cara mencintai mereka sebagaimana mencintai diri kita sendiri, tidak menyakitinya, tidak mendzaliminya, tidak mengganggu hartanya dan memelihara kehormatannya, sedangkan keras terhadap orang kafir, terutama dalam hal-hal yang menyangkut hukum Islam. Tidak ada toleransi dalam beragama, yang ada kerukunan antar umat umat beragama dibawah nauangan kehidupan Islam, dimana Islamlah yang berkuasa dibumi ini.<br />
Adapun jihad merupakan perang untuk meninggikan kalimat Allah SWT. Seorang pengemban dakwah harus merelakan dirinya untuk mati fi sabilillah karena diri orang mukmin telah dibeli oleh Allah SWT (QS. At-Taubah : 111). Demikian pula sang istri harus ridha melepas suami dan anak-anaknya kemedan pertempuran demi tegaknya dinul Islam saat kaum imperalis menggunakan senjata untuk memporakporandakan Islam, umat dan negeri-negerinya. Selain itu, Pengemban dakwah harus tahan terhadap celaan yang dilontarkan kepadanya karena celaan itu sebenarnya muncul dari orang-orang yang tidak suka kepada Islam.</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">7. Bertaubat, Membersihkan Diri dan Jiwa</span></b><br />
Taubat harus menjadikan kebiasaan sehari-hari (QS. At-Taubah : 112). Suatu kebahagiaan bila kita terbiasa taubat seperti terbiasanya sarapan. Taubat pun bukan hanya sesaat melainkan harus dilakukan dengan benar-benar sehingga menjadi taubatan nasuha (QS. At-Tahrim : 8). Setidaknya, agar terwujud taubatan nasuha, seorang Muslim harus menyesali perbuatan dosanya, memohon ampunan kepada Allah SWT dan berniat sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya. Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, dalam Minhajul &#8216;Abidin menjelaskan bahwa pembersihan dosa seseorang, tergantung kepada jenis dosa tersebut.<br />
Pertama, bila kesalahan tersebut karena kelalaian atas kewajiban dari Allah SWT, maka ia harus beristighfar dan berusaha mengqada segala kelalaiannya itu. Kedua, bila dosa itu terhadap sesama manusia, maka ia harus berusaha sekuat tenaga untuk meminta kemanfaatan dan keridhaan orang tersebut. Ketiga, bila dosa tersebut karena kedzaliman diri sendiri (tidak berhubungan dengan orang lain) maka ia harus memperbanyak amal shalih agar kelak, amalan buruknya akan terkalahkan banyaknya oleh amal shalehnya.<br />
Rasulullah yang ma&#8217;sum, tidak kurang dari tujuh puluh kali sehari bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Bagaimana dengan kita yang penuh dosa dan tidak dilindungi dari kesalahan?</p>
<p>***</p>
<p><b><span style="font-family:Verdana;color:black;">Renungan</span></b></p>
<p>Itulah beberapa hal yang dapat membimbing kita untuk menjadi kekasih Allah SWT. Siapapun yang telah mencurahkan cintanya kepada Allah SWT dan berhasil menjadi kekasih-Nya, niscaya hasilnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Ini adalah janji Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi SAW.</p>
<p>Suatu waktu Rasulullah SAW bersabda bahwasannya Allah Ta&#8217;ala berfirman : &#8220;Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku maka aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling kusukai dari apa yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah bila ia mengerjakan oleh apa yang telah Kuwajibkan kepadanya. Seseorang itu akan senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan kesunatan-kesunatan sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengarnya, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihatnya, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerangnya, dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia bermohon kepada-Ku pasti Aku akan mengabulkannya dan seandainya ia berlindung diri kepada-ku paasti aku akan melindunginya.&#8221; (HR. Bkuhari)</p>
<p>Semoga kita diberi kemudahan untuk menjadi kekasih Allah Pencipta Alam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">[KotaSantri.com] </span></b><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=19&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/28/menjadi-kekasih-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bercermin diri</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/28/bercermin-diri/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/28/bercermin-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 05:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/28/bercermin-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala kita berada di depan cermin, marilah kita bercermin dengan bertanya pada diri kita. &#8220;Hey wajah, apakah engkau ini kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana? Atau malah engkau ini akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?&#8221; Lalu, tatap mata kita, seraya bertanya, &#8220;Hei mata, apakah engkau ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=18&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"></span></b><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">Tatkala kita berada di depan cermin, marilah kita bercermin dengan bertanya pada diri kita. &#8220;Hey wajah, apakah engkau ini kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana? Atau malah engkau ini akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?&#8221;</span></p>
<p>Lalu, tatap mata kita, seraya bertanya, &#8220;Hei mata, apakah engkau ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah Yang Maha Agung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah SAW, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah engkau ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, dan meleleh ditusuk baja membara? <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">Akankah engkau yang seringkali terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?&#8221;</span></p>
<p><span id="more-18"></span>Tanyalah mulut kita ini, &#8220;Apakah mulut ini yang diakhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thayyibah, Laa ilaaha illallaah? Ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur julur, menjadi pemakan buah zaqum yang getir menghanguskan, dan menghancurkan setiap usus? Atau menjadi peminum lahar dan nanah yang panas membara? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini&#8230;?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai mulut, apa gerangan yang kau ucapkan? Wahai mulut yang malang&#8230; Betapa banyak dusta yang engkau ucapkan! Betapa banyak hati yang remuk dengan pisau kata katamu yang mengiris tajam! Berapa banyak kata kata manis semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang? Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama Allah dengan tulus? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Allah mengampunimu?&#8221;</p>
<p>Berdialoglah dengan diri ini, &#8220;Hai&#8230; kamu ini anak sholeh atau anak durjana? Apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini? Tetapi, apa yang telah engkau berikan kepada keduanya, selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya? Tidak tahukah engkau, betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk yang tidak tahu membalas budi!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai tubuh, apakah engkau kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkerama di surga sana? Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar jahannam, yang akan terus terasa tanpa ampun, memikul derita tiada akhir?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak yang engkau rampas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam kotoran-kotoran yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotoranmu?&#8221;</p>
<p>Lalu ingatlah amal-amal kita, &#8220;Hai tubuh, apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan? Berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah engkau ini dermawan atau si pelit yang menyebalkan? Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dijalan kebenaran? Bandingkanlah dengan yang engkau gunakan untuk memenuhi selera rendah hawa nafsumu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah engkau ini shalih atau shalihah seperti yang engkau tampakkan? Khusyukkah shalatmu, dzikirmu, do&#8217;amu? Ikhlaskah engkau melakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah engkau ini menjadi makhluk &#8220;riya&#8221; tukang pamer?&#8221;</p>
<p>Sungguh! Betapa banyak perbedaan antara yang nampak di cermin dengan apa yang tersembunyi, betapa aku telah tertipu oleh &#8216;topeng&#8217;? Betapa yang kulihat selama ini hanyalah &#8216;topeng&#8217;, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus &#8216;topeng-topeng&#8217; duniawi .</p>
<p>Wahai sahabat sahabat sekalian&#8230; Sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini. Semoga kita dikaruniai hati yang istiqamah (selalu lurus) di atas kebenaran, dan semoga kelak kita kembali kepada Allah membawa qalbun saliim, hati yang selamat. Aamiin. Wallahu &#8216;alam bish shawab.<i></i></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"><i>[</i></span><i><b><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;">KotaSantri.com :</span></b></i><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:black;"><i>Menggapai Qolbun Saliim - Bengkel Hati Menuju Akhlak Mulia, Aa Gym]</i></span><span style="font-size:8pt;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=18&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/28/bercermin-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Allah bilang tidak..</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/ketika-allah-bilang-tidak/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/ketika-allah-bilang-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku." Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya." Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat." Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara." Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kesabaran." Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=16&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><tt><b><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></b></tt><b><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><tt><span style="font-family:Verdana;">Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku." </span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."</span></tt></span></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat." </span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."</span></tt></p>
<p><span id="more-16"></span><tt><span style="font-family:Verdana;">Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kesabaran."</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kebahagiaan."</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan." </span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat." </span></tt></p>
<p class="MsoNormal"><tt><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Allah berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."</span></tt><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, Sebesar cinta-Mu padaku.   </span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Allah berkata... "Akhirnya kau mengerti .!!"</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek lalu kita melihat tukang es. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Verdana;">Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam . Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita.</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. </span></tt></p>
<p class="MsoNormal"><tt><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></tt></p>
<p class="MsoNormal"><tt><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. </span></tt><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. </span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Karena Allah tahu yang terbaik, yang kita tidak tahu. </span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Verdana;">Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.</span></tt><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=16&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/ketika-allah-bilang-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadilah Diri Anda Sendiri, Maka Anda Akan Bahagia</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/jadilah-diri-anda-sendiri-maka-anda-akan-bahagia/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/jadilah-diri-anda-sendiri-maka-anda-akan-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/jadilah-diri-anda-sendiri-maka-anda-akan-bahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Oase Ilmu &#8211; Tuesday, 21 September 2004 Sahabatku… Sesungguhnya salah satu pintu masuk menuju kebahagiaan adalah, ketika kita menjadi diri kita sendiri. Keyakinan kita dengan potensi, bakat, kekuatan dan karakteristik yang ada pada diri kita, membuat kita merasakan keistimewaan dan keunikan yang kita miliki. Janganlah ragu wahai sahabat, bila kita sudah menemukan bakat kita, sekalipun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=15&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span class="judul1"><u><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></u></span><span class="tanggal1"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Oase Ilmu &#8211; Tuesday, 21 September 2004</span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><br />
<span style="color:black;"><br />
<span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Sahabatku…</span></span><br />
<span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Sesungguhnya salah satu pintu masuk menuju kebahagiaan adalah, ketika kita menjadi diri kita sendiri. Keyakinan kita dengan potensi, bakat, kekuatan dan karakteristik yang ada pada diri kita, membuat kita merasakan keistimewaan dan keunikan yang kita miliki.</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-15"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:black;"><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;"></span></span><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Janganlah ragu wahai sahabat, bila kita sudah menemukan bakat kita, sekalipun menurut orang lain adalah sesuatu yang “remeh”. Ketika kita menjadi diri kita sendiri, maka kita akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia.</span></span></span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Jika Anda berkumpul dengan orang-orang yang pintar pada satu bidang, yang mana bidang itu bukan keahlian Anda, jangan Anda katakan pada mereka bahwa keahlian yang mereka miliki juga Anda miliki. Keinginan Anda hidup dibawah bayang-bayang mereka justru akan melemahkan kedudukan Anda. Mengapa? Karena hal itu jelas akan menghilangkan kelebihan yang ada dalam diri Anda. Anda hanya berkutat pada kekurangan yang ada pada diri Anda. Dan jelas pada akhirnya akan melemahkan Anda, membuat Anda tidak bisa melangkah lebih jauh, dunia ini terasa sangat sempit. Jack Trout dalam bukunya yang cukup mencerahkan, <i>Differentiatie or Die</i>, berkata tentang hal ini: </span></span><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;color:#33cccc;">“<b>Jika Anda mengabaikan keunikan Anda dan mencoba untuk memenuhi kebutuhan semua orang, Anda langsung melemahkan apa yang membuat Anda ‘berbeda’.”</b></span></span><span style="color:black;"></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Jujurlah dan katakan pada mereka, “Maaf, ini bukan bidang saya. Saya bodoh pada masalah yang kini sedang kalian bicarakan. Saya tidak tahu, apakah keahlian saya dapat digunakan untuk membantu kalian atau tidak.” Ketika Anda memberitahukan kepada mereka bahwa keahlian Anda di bidang B bukan A, mereka akan lebih antusias kepada Anda. Mereka akan lebih percaya, salut dan bangga berteman dengan Anda. Percayalah kepadaku tentang hal ini. <i>“Anda adalah sesuatu yang berbeda dengan lainnya. Tidak pernah ada sejarah yang mencatat orang seperti Anda sebelumnya dan tidak akan ada orang seperti Anda di dunia ini pada masa yang akan datang.”</i> (Dr. Aidh Abdullah Al Qarni dalam bukunya, La Tahzan)</span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Wahai sahabatku…</span></span><br />
<span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Tidak ingin menjadi diri kita sendiri disebabkan oleh keinginan kita untuk mendapatkan pujian manusia. Kita ingin menjadi populer di mata masyarakat. Sebuah hasil penelitian psikologi menyebutkan: orang-orang yang ingin menjadi populer seringkali tidak jujur. <i>“Dan mereka sendiri senang dipuji dengan amal yang mereka sendiri tidak mengerjakannya.” </i>(QS. 3: 188).</span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Membuat diri terkenal, itu bukan tujuan hidup kita. Kita hanya disuruh berbuat sebaik mungkin. Jika niat kita sudah salah, maka hasilnya pun akan tidak maksimal. Jika niat kita ingin terkenal tidak segera terwujud, kita hanya bisa larut dalam kesedihan karena tujuan hidup kita sudah terkandaskan. Sedangkan tujuan itu sendiri adalah final kehidupan. Tidak ada lagi kehidupan sesudah gagal mencapai titik final. </span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Berbeda dengan orang yang menyesuaikan tujuan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah; kegagalan dalam menghadapi sebuah episode kehidupan dunia ini bukan berarti kegagalan segala-galanya.<i> “Jangan berambisi mencari popularitas, karena tabiat tersebut adalah indikasi dari kekeruhan jiwa, kegelisahan, dan keresahan.”</i> (Dr. Aidh Al Qarni).</span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Seburuk apapun karya kita dan sekecil apa pun prestasi kita, hargailah itu! Semua itu kita peroleh dari hasil kerja keras kita, hasil kejeniusan otak kita, dan hasil kreativitas kita. </span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Sungguh, alangkah berbahagianya orang yang mencari ridha hanya kepada Allah semata. Dia tidak ingin menjadi populer di mata masyarakat. Jika masyarakat tidak menghargai karyanya, itu hal biasa baginya. Karena Allah sendiri telah berfirman:<i> “Kebanyakan manusia tiada mengetahui.” </i>Artinya hanya sedikit saja manusia yang dapat memahami kebenaran. Namun, bukan berarti bahwa dirinya lebih hebat dan lebih suci dari orang lain. Dia telah mendengar firman Allah yang berbunyi:<i> “Janganlah kalian mengklaim diri kalian suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.” </i>(QS. 53: 32).</span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Jika masyarakat menghargai karyanya, sekali-kali tidaklah ia menyombongkan diri.<i> “Dan janganlah kalian (orang-orang beriman) berperilaku seperti orang-orang (kafir) yang keluar dari kampung halaman mereka dengan rasa angkuh dan bersikap riya kepada manusia.” </i>(QS. 8: 47).</span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Sebuah kisah menyebutkan, seorang muslim yang fakir bernama Julaibib gugur dalam sebuah pertempuran melawan pasukan kafirin. Lantas Rasulullah SAW pun memeriksa orang-orang yang gugur dan para sahabat memberitahukan kepada beliau nama-nama mereka. Akan tetapi, mereka lupa kepada Julaibib hingga namanya tidak disebutkan, karena Julaibib bukan seorang yang terpandang dan bukan pula orang yang terkenal. Sebaliknya, Rasulullah ingat Julaibib dan tidak melupakannya; namanya masih tetap diingat oleh beliau di antara nama-nama lainnya yang disebut-sebut. Beliau sama sekali tidak lupa kepadanya, lalu beliau bersabda:<i> “tetapi aku merasa kehilangan Julaibib!” </i>Akhirnya, beliau menemukan jenazahnya dalam keadaan tertutup pasir, lalu beliau membersihkan pasir dari wajahnya seraya bersabda sambil meneteskan airmata: “Ternyata engkau telah membunuh tujuh orang musuh, kemudian engkau sendiri terbunuh. Engkau termasuk golonganku dan aku termasuk golonganmu; Engkau termasuk golonganku dan aku termasuk golonganmu; Engkau termasuk golonganku dan aku termasuk golonganmu.” Cukuplah bagi Julaibib dengan medali nabawi ini sebagai hadiah, kehormatan, dan anugerah.</span></span></p>
<p><span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Wahai sahabat…</span></span><br />
<span class="normal1"><span style="font-family:Tahoma;">Seperti Julaibib, tidak ingin menjadi orang terkenal dan terpandang. Seperti Julaibib, hidup menjadi dirinya sendiri. Seperti Julaibib, mengakhiri hidupnya dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Tidakkah kita ingin mendapatkan apa yang telah didapatkan Julaibib?</span></span><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=15&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/jadilah-diri-anda-sendiri-maka-anda-akan-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkata yang Baik atau Diam</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/berkata-yang-baik-atau-diam/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/berkata-yang-baik-atau-diam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan menuju...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/berkata-yang-baik-atau-diam/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=14&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;"></span></b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia <b>berkata baik atau diam</b>, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia <b>memuliakan tetangga</b> dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia <b>memuliakan tamunya</b>”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">(HR. Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span id="more-14"></span><b><u><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Penjelasan :</span></u></b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Kalimat “<b>barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat</b>”, maksudnya adalah barang siapa beriman dengan keimanan yang sempurna, yang (keimanannya itu) menyelamatkannya dari adzab Allah dan membawanya mendapatkan ridha Allah, “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” karena orang yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya tentu dia takut kepada ancaman-Nya, mengharapkan pahala-Nya, bersungguh-sungguh melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Yang terpenting dari semuanya itu ialah mengendalikan gerak-gerik seluruh anggota badannya karena kelak dia akan dimintai tanggung jawab atas perbuatan semua anggota badannya, sebagaimana tersebut pada firman Allah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">“</span><b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:blue;">Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya</span></b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">”. (QS. Al Isra’ : 36)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">dan firman-Nya: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">“</span><b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:blue;">Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid</span></b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">”. (QS. Qaff : 18)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">“<b>Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya</b>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Beliau juga bersabda :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">“<b>Tiap ucapan anak Adam menjadi tanggung jawabnya, kecuali menyebut nama Allah, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran</b>”.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Barang siapa memahami hal ini dan beriman kepada-Nya dengan keimanan yang sungguh-sungguh, maka Allah akan memelihara lidahnya sehingga dia tidak akan berkata kecuali perkataan yang baik atau diam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Sebagian ulama berkata: “Seluruh adab yang baik itu bersumber pada empat Hadits, antara lain adalah Hadits “<b>barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam</b>”. Sebagian ulama memaknakan Hadits ini dengan pengertian; “Apabila seseorang ingin berkata, maka jika yang ia katakan itu baik lagi benar, dia diberi pahala. Oleh karena itu, ia mengatakan hal yang baik itu. Jika tidak, hendaklah dia menahan diri, baik perkataan itu hukumnya haram, makruh, atau mubah”. Dalam hal ini maka perkataan yang mubah diperintahkan untuk ditinggalkan atau dianjurkan untuk dijauhi Karena takut terjerumus kepada yang haram atau makruh dan seringkali hal semacam inilah yang banyak terjadi pada manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Allah berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">“</span><b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:blue;">Apapun kata yang terucapkan pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid</span></b><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">”. (QS.Qaaf : 18)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Para</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;"> ulama berbeda pendapat, apakah semua yang diucapkan manusia itu dicatat oleh malaikat, sekalipun hal itu mubah, ataukah tidak dicatat kecuali perkataan yang akan memperoleh pahala atau siksa. Ibnu ‘Abbas dan lain-lain mengikuti pendapat yang kedua. Menurut pendapat ini maka ayat di atas berlaku khusus, yaitu pada setiap perkataan yang diucapkan seseorang yang berakibat orang tersebut mendapat pembalasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Kalimat “<b>hendaklah ia memuliakan tetangganya</b>…….., maka <b>hendaklah ia memuliakan tamunya</b>” , menyatakan adanya hak tetangga dan tamu, keharusan berlaku baik kepada mereka dan menjauhi perilaku yang tidak baik terhadap mereka. Allah telah menetapkan di dalam Al Qur’an keharusan berbuat baik kepada tetangga dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">“<b>Jibril selalu menasehati diriku tentang urusan tetangga, sampai-sampai aku beranggapan bahwa tetangga itu dapat mewarisi harta tetangganya</b>”. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Bertamu itu merupakan ajaran Islam, kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Sebagian ulama mewajibkan menghormati tamu tetapi sebagian besar dari mereka berpendapat hanya merupakan bagian dari akhlaq yang terpuji.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Pengarang kitab Al Ifshah mengatakan : “Hadits ini mengandung hukum, hendaklah kita berkeyakinan bahwa menghormati tamu itu suatu ibadah yang tidak boleh dikurangi nilai ibadahnya, apakah tamunya itu orang kaya atau yang lain. Juga anjuran untuk menjamu tamunya dengan apa saja yang ada pada dirinya walaupun sedikit. Menghormati tamu itu dilakukan dengan cara segera menyambutnya dengan wajah senang, perkataan yang baik, dan menghidangkan makanan. Hendaklah ia segera memberi pelayanan yang mudah dilakukannya tanpa memaksakan diri”. Pengarang juga menyebutkan perkataan dalam menyambut tamu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;color:black;">Selanjutnya ia berkata : Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “<b>maka hendaklah ia berkata baik atau diam</b>” , menunjukkan bahwa perkatan yang baik itu lebih utama daripada diam, dan diam itu lebih utama daripada berkata buruk. Demikian itu karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya menggunakan kata-kata “<b>hendaklah untuk berkata benar</b>” didahulukan dari perkataan “<b>diam</b>”. Berkata baik dalam Hadits ini mencakup menyampaikan ajaran Allah dan rasul-Nya dan memberikan pengajaran kepada kaum muslim, amar ma’ruf dan nahi mungkar berdasarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, berkata yang baik kepada orang lain. Dan yang terbaik dari semuanya itu adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan orang yang ditakuti kekejamannya atau diharapkan pemberiannya</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=14&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/berkata-yang-baik-atau-diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amal-amal shalih yang kekal</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/amal-amal-shalih-yang-kekal/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/amal-amal-shalih-yang-kekal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan menuju...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[MENJAWAB ADZANRasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,&#8220;Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan, اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التاَّمَّةِ وَالصَّلاَةِ الَقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا اْلوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْداً الَّذِي وَعَدْتَهُ [Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam) dan keutamaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=13&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="judul" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span class="kalender"></span></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MENJAWAB ADZAN</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,<i>&#8220;Barangsiapa      ketika mendengar adzan mengucapkan,</i>
<p></span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التاَّمَّةِ وَالصَّلاَةِ الَقَائِمَةِ      آتِ مُحَمَّدًا اْلوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا      مَحْمُوْداً الَّذِي وَعَدْتَهُ</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;margin-left:36pt;"><i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">[Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam) dan keutamaan kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan yang terpuji, yang telah Engkau janjikan], maka ia akan mendapatkan syafa&#8217;atku pada hari Kiamat..&#8221;</span></i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"> (HR. al-Bukhari) </span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">SHALAT DUA RAKA&#8217;AT SETELAH      WUDHU</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Tidaklah      seseorang berwudhu, dengan menyempurnakannya, lalu melaksanakan shalat dua      raka&#8217;at dan ia melaksanakannya dengan hati dan wajahnya (konsentrasi),      melainkan telah pasti (wajib) baginya surga.&#8221;</i> (HR. Muslim)
<p></span></li>
</ul>
<p><span id="more-13"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">BERSEGERA MELAKSANAKAN SHALAT</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Andaikata      manusia mengetahui pahala yang ada pada adzan dan shaf pertama, kemudian      tidak mendapati selain harus melakukan undian, niscaya mereka akan      melakukannya.&#8221;</i> (HR. al-Bukhari dan Muslim)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">PERGI KE MASJID</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><br />
Rasululllah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa      yang pergi ke masjid di pagi hari atau sore harinya, maka Allah akan      menyediakan baginya hidangan di dalam surga setiap pagi atau sore.&#8221;</i>      (HR. al-Bukhari dan Muslim) </span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MEMPERBANYAK SHALAT</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>“Hendaklah kamu      memperbanyak sujud (shalat) sebab tidaklah kamu sujud sekali kepada Allah,      melainkan dengannya Dia akan mengangkat derajatmu dan menghapus dosa      (kecil)-mu.”</i> (HR. Muslim)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">SHALAT SUNNAH RAWATIB</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Tidaklah seorang      Muslim melaksanakan shalat sunnah, selain fardhu karena Allah subhanahu      wata’ala setiap hari sebanyak dua belas raka&#8217;at maka Allah akan membangun      untuknya rumah di surga.&#8221;</i> (HR. Muslim)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">SHALAT SUNNAH SHUBUH</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Dua raka&#8217;at      Fajar (sebelum Shubuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.&#8221;</i> (HR.      Muslim)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">SHALAT DHUHA</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Setiap tulang      rusuk salah satu dari kamu bernilai sedekah; setiap tasbih adalah sedekah,      setiap tahmid (ucapan &#8216;alhamdulillah&#8217;) adalah sedekah, setiap tahlil      (ucapan &#8216;Laa ilaaha illallah&#8217;) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan &#8216;Allahu      Akbar&#8217;) adalah sedekah, amar ma&#8217;ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah      sedekah dan termasuk bagian dari itu dua raka&#8217;at shalat Dhuha.&#8221;</i>      (HR. Muslim)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">SHALAT JENAZAH</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa yang      menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka ia mendapatkan satu Qirath      dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan, maka ia mendapatkan      dua Qirath.&#8221; Lalu ada yang bertanya, &#8220;Apakah dua Qirath      itu.?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Seperti dua gunung yang besar.&#8221;</i>(HR.      al-Bukhari dan Muslim)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">ZIKIR SETELAH SHALAT</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Barangsiapa      mengucapkan tasbih (mengucapkan &#8216;subhanallah&#8217;) di setiap akhir shalat      sebanyak 33 kali, mengucapkan hamdalah (mengucapan &#8216;alhamdulillah&#8217;)      sebanyak 33 kali, bertakbir (mengucapkan &#8216;Allahu Akbar&#8217;) sebanyak 33 kali      lalu sebagai penyempurna (bilangan) seratus ia mengucapkan,
<p></span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ      اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;margin-left:36pt;"><i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">[Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu], maka Aku akan mengampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan.&#8221; </span></i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">(HR. Muslim) </span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MEMBACA AYAT KURSI</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa yang      membaca ayat Kursi setiap akhir shalat wajib, maka tidak ada yang      menghalanginya masuk surga selain kematian.&#8221;</i> (HR. an-Nasa-i)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">PUASA</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa      berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari      api neraka selama tujuh puluh tahun perjalanan.&#8221; </i>(HR. Ahmad dan      an-Nasa-i)
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Puasa tiga hari      setiap bulan adalah seperti puasa setahun.&#8221; </i>(HR. Ahmad,      at-Tirmidzi dan an-Nasa-i)</p>
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MEMBACA AL-QUR&#8217;AN</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa      membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia mendapatkan satu kebaikan      (pahala) dan satu kebaikan itu bernilai sepuluh kali lipatnya.&#8221;</i>      (HR. at-Tirmidzi)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">SHALAWAT KEPADA NABI      SHALLALLAHU’ALAIHI WASALLAM</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa      mengucapkan satu kali shalawat kepadaku, maka Allah akan membalasnya      dengan sepuluh kali.” </i>(HR. al-Bukhari)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">TASBIH, TAHMID DAN TAHLIL</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa yang      mengucapkan,</i>
<p></span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ      اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">[Tiada Tuhan (yang berhak disembah dengan haq) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari seratus kali, maka ia mendapatkan pahala setara membebaskan sepuluh budak, dicatat baginya seratus pahala, dihapus darinya seratus dosa dan ia mendapatkan penjagaan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari. Dan tidak ada seorang pun melakukan yang lebih baik darinya melainkan orang yang melakukan lebih banyak dari itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa yang mengucapkan &#8216;subhanallah wa bihamdihi&#8217; dalam sehari sebanyak seratus kali, maka akan dihapus dosa-dosanya sekali pun sebanyak buih di lautan.&#8221;(HR. al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mengucapkan,<span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p>سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ <span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">&#8220;Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi-Nya, tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Dia, Allah Maha Besar&#8221;, Maka akan ditanamkan untuknya sebuah pohon kurma di surga.&#8221; (HR. al-Bukhari)</span></p>
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Tidaklah seorang hamba mengucapkan di pagi dan sore hari sebanyak tiga kali,<br />
<span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><br />
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً </span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">[Aku rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu’alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul], melainkan sudah menjadi hak Allah untuk meridhainya pada hari Kiamat.&#8221; (HR. Ahmad)</span></p>
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8216;la haula wa la quwwata illa billah&#8217; adalah salah satu dari sekian banyak perbendaharaan surga.&#8221; (HR. an-Nasa-i)</p>
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Allah ar-Rahman; subhanallah wa bihamdihi sub-hanallahil &#8216;azhim.&#8221; (HR. al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Aku telah mengucapkan empat kalimat yang aku ulang sebanyak tiga kali lebih baik dari yang kamu ucapkan<span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p>سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ <span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;margin-left:36pt;"><i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">[Maha suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya." </span></i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">(HR. Muslim dan Abu Dawud) </span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MENYANTUNI PARA JANDA DAN      ORANG-ORANG MISKIN</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>"Penyantun janda      dan orang miskin adalah seperti Mujahid di jalan Allah." Aku mengira      (periwayat hadits-penj.) Beliau shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan,      "dan seperti orang yang melakukan shalat malam tanpa henti-henti dan      seperti orang yang berpuasa tanpa pernah berbuka."</i> (HR. Muslim)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MENJENGUK ORANG SAKIT</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>"Tidaklah seorang      Muslim menjenguk saudaranya sesama Muslim yang sedang sakit di waktu pagi      melainkan tujuh puluh ribu malaikat mengucapkan shalawat atasnya      (mendoakannya) hingga sore hari. Dan tidaklah ia menjenguknya di waktu      sore, melainkan tujuh puluh ribu malaikat mengucapkan shalawat atasnya      (mendoakannya) hingga pagi hari dan ia memiliki kebun di surga."</i>(HR.      at-Tirmidzi)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MENGUCAPKAN ALHAMDULILLAH      SETELAH MAKAN</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>"Barangsiapa yang      telah menyantap makanan lalu mengucapkan,</i>
<p></span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ      حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;margin-left:36pt;"><i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">[Segala puji bagi Allah Yang telah memberi (makanan kepadaku) yang ini dan menganugerahkan rizqi dengan tanpa daya dan upaya dariku], maka akan diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.&#8221;</span></i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">(HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud) </span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MEMBACA DO&#8217;A &#8216;KAFARATUL MAJLIS&#8217;      (PENUTUP MAJLIS)</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa yang      duduk di suatu majlis dan banyak salah, lalu sebelum beranjak dari majlis      tersebut, ia mengucapkan,</i>
<p></span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ      أَنِتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;margin-left:36pt;"><i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">[Maha suci Engkau, Ya Allah. Dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu], melainkan diampuni baginya dosa yang terjadi di majlis itu.&#8221; </span></i><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">(HR. at-Tirmidzi) </span><span dir="rtl" style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">MENDIDIK ANAK-ANAK PEREMPUAN</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Barangsiapa yang      diberi suatu cobaan (dengan memiliki) anak-anak perempuan ini, lalu ia      memperlakukan mereka dengan baik, maka mereka akan menjadi penghalang      baginya dari api neraka.&#8221;</i> (HR. Ahmad)
<p></span></li>
<li class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">AKHLAQ YANG BAIK</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, <i>&#8220;Tidak ada      sesuatu pun dalam timbangan seorang Mukmin yang lebih berat dari akhlaq      yang baik pada hari Kiamat.&#8221;</i> (HR. at-Tirmidzi)
<p></span></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=13&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/amal-amal-shalih-yang-kekal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Allah, Indah Nian TeguranMu&#8230;.</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/allah-indah-nian-teguranmu/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/allah-indah-nian-teguranmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 06:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Astaghfirullah! Mataku memanas, seluruh persendian tubuhku terasa lemas. Segera kututup satu demi satu situs internet yang ketelusuri dari tadi. Buru-buru kurapikan disket dan kertas-kertasku, lalu menuju kasir warnet. Ah, Allah … kuatkan hambaMu. Di komputer sebelah kasir, selintas kulihat bayangannya. Allah … Bantu hamba. Air mataku mulai menetes, saat langkahku kuayun meninggalkan warnet. Aku bingung, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=12&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Astaghfirullah! Mataku memanas, seluruh persendian tubuhku terasa lemas. Segera kututup satu demi satu situs internet yang ketelusuri dari tadi. Buru-buru kurapikan disket dan kertas-kertasku, lalu menuju kasir warnet. Ah, Allah … kuatkan hambaMu. Di komputer sebelah kasir, selintas kulihat bayangannya. Allah … Bantu hamba.</span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span id="more-12"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Air mataku mulai menetes, saat langkahku kuayun meninggalkan warnet. Aku bingung, harus kemana melangkahkan kaki. Ke wartel … tidak, aku tidak sedang ingin curhat pada siapa pun saat ini. Pergi rapat … tidak, demi Allah, aku tidak ingin bertemu dengan siapa pun saat-saat seperti ini. Kuputuskan untuk pulang, aku ingin menghadap Allah memohon ampunanNya. Air mataku terus mengalir di sepanjang perjalanan. Tak kupedulikan tatapan heran orang-orang di bus kota. Aku malu … Allah, ampuni aku. </span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Ku basuh anggota wudhu’, lalu kubuka mushaf Al-quran. Peristiwa tadi membayang kembali. Curhat dengan seorang ikhwan lewat chatting.. </span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Sejenak aku tertegun, curhat? Kuingat lagi kalimat-kalimat yang kutulis tadi. Ya Allah … kenapa aku sampai lalai? Astaghfirullah, tanpa sadar aku telah membuka peluang bagi setan untuk ‘meracuni’ hati ini.</span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Sebulan belakangan, amanahku memang menumpuk. Seringkali aku sampai di rumah lebih jam delapan malam, setelah seharian di luar. Itu pun masih harus bergadang sampai jam 12 atau jam 1 malam. Qiyamul-lail pun sering berlalu begitu saja, hampir tak berbekas. Qiroah quran sekedar mengejar target. Terasa Allah jauh dari hati. Sampai hari itu … sejak pagi kondisi kesehatanku sudah kurang baik, aku tidak makan sejak malam. Beban pikiran pun menumpuk karena banyak anggota yang tidak melaksanakan amanahnya. Sorenya ada janji chatting. </span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">* * *</span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Selesai membaca beberapa halaman Al-quran, kutemui seorang ukhti untuk minta taushiyah. Cukup lama rasanya aku tak pernah mendapat taushiyah dari akhwat. </span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">“Di satu sisi, ukhti layak mengintrospeksi diri, kenapa ini bisa terjadi? Jawaban paling mungkin adalah hati ukhti sedang jauh dari Allah, dan mungkin ikhwan tersebut juga sedang dalam kondisi yang sama. Ana lihat, ibadah ukhti menurun belakangan ini, dan kondisi seperti ini memang sangat rentan. Ana tahu, beban ukhti sekarang sangat berat, dan ukhti tak punya teman berbagi, tak punya senior tempat menumpahkan keluh kesah. Ana juga minta maaf karena kesibukan selama ini, tidak bisa banyak membantu. Tapi di sisi lain, ukhti masih harus bersyukur. Antuma masih dijaga Allah dari dosa yang lebih jauh. Antuma masih diberikan Allah ‘kepekaan spiritual’ untuk bisa melihat kemaksiatan, hingga antuma segera tersadar. </span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Sekarang, banyak ikhwan dan akhwat yang terjerumus dalam pergaulan tidak Islami. Rapat berdua, makan di cafe satu meja, apalagi sekedar curhat-curhatan, itu sudah biasa bahkan sampai masalah pribadi. Naudzu billah, kalau kondisi ini menjadi penyebab jauhnya pertolongan Allah dari dakwah yang kita lakukan sekarang. </span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Sekarang tinggal bagaimana ukhti menata hati lagi. Ana yakin, ini adalah sebuah ‘hadiah’ indah dari Allah untuk anti, bahwa beban berat dakwah ini menuntut kesiapan yang lebih besar. Ana yakin, anti bisa menjaga hati, hanya saja kadang maksiat besar berawal dari hal-hal kecil seperti tadi. Makanya jangan sampai dianggap remeh. Sekali lagi, ana yakin, ukhti termasuk orang-orang pilihan Allah. Tegarlah ukhti, dan … JAGA HATI EKSTRA HATI-HATI. Ini yang pertama dan terakhir ya …;-)”.</span></p>
<p class="NormalWeb2" style="line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Shalat maghrib kali ini terasa amat menentramkan. Dengan sepenuh raja’ dan khauf, kuhadapkan diri ini pada rabb semesta alam. Kurasakan kedamaian menjalar bersama aliran darahku. Allah … betapa luas rahmatMu, betapa Engkau telah menjagaku dari kubangan dosa. Terasa teguran Allah melantun indah. Seolah Allah menegurku untuk jeda sejenak, mengingat kebesaranNya. Tiadalah manfaat setumpuk amal, kalau niat tak ikhlas, dan caranya tak sesuai syariat. Amal dan maksiat selamanya tak kan pernah bisa berdampingan. Karenanya, para pelaku dakwah harus senantiasa ‘membasuh’ jiwanya, seiring perjalanan dakwah yang dilalui. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=12&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/27/allah-indah-nian-teguranmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Sebatang Bambu</title>
		<link>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/10/kisah-sebatang-bambu/</link>
		<comments>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/10/kisah-sebatang-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 03:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arumjakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumjakarta.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?" Batang bambu menjawabnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=11&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.</span></tt></p>
<p><span id="more-11"></span><tt><span style="font-family:Tahoma;">Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">saluran air itu."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">tumbuh dengan subur."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam....., kemudian dia berkata</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku,</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">melalui semua proses itu, Tuan?"</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Petani menjawab batang bambu  itu, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">kehendaki."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">dan berbuah banyak.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Tahoma;">Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Tahoma;">memberikan beban yang tak mampu kita pikul. </span></tt><tt><span style="font-family:Tahoma;"></span></tt><span style="font-family:Tahoma;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arumjakarta.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arumjakarta.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arumjakarta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arumjakarta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arumjakarta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arumjakarta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arumjakarta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arumjakarta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arumjakarta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arumjakarta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arumjakarta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arumjakarta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arumjakarta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arumjakarta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arumjakarta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arumjakarta.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arumjakarta.wordpress.com&amp;blog=1556731&amp;post=11&amp;subd=arumjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumjakarta.wordpress.com/2008/03/10/kisah-sebatang-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9a4517d3b694f47d377d532f9c657d1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arumjakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
