Menuju pintu rahmat dan ampunan

Semoga selalu dalam keridhoan Allah..

Pribadi Yang Tenang March 31, 2008

Filed under: renungan diri — arumjakarta @ 2:32 am

Saudaraku yang baik, sikap resah, gelisah, panik, merupakan tanda ketidak tenangan seseorang dalam bersikap dan berprilaku. Sikap tersebut dapat mendatangkan situasi disekitarnya tidak bersahabat. Bahkan akan memupuk sikap ceroboh, emosional, dan membuat orang lain terdzalimi. Padahal prestasi, kesuksesan, dapat diraih oleh seseorang yang hatinya senantiasa berada dalam keadaan tenang.

(more…)

 

Berapa lama kita dikubur?

Filed under: artikel hikmah — arumjakarta @ 2:29 am

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya  yang kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang  es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.

(more…)

 

Menjadi kekasih Allah March 28, 2008

Filed under: renungan diri — arumjakarta @ 5:34 am

Bicara tentang kekasih, identik dengan berbicara tentang cinta. Sesuatu yang dicintai dan dikasihi, dimakhlumi sebagai kekasih. Nabiyullah Ibrahim mendapat julukan Khalilullah (Kekasih Allah), artinya beliau mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya. Cinta yang hakiki – murni – sejati adalah cinta pada Dia, Dzat Maha Suci yang secara realitas telah memberi segala yang kita rasakan sekarang. Cinta hakiki adalah cinta pada dzat yang mencintai kita.

(more…)

 

Bercermin diri

Filed under: renungan diri — arumjakarta @ 5:24 am

Tatkala kita berada di depan cermin, marilah kita bercermin dengan bertanya pada diri kita. “Hey wajah, apakah engkau ini kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana? Atau malah engkau ini akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?”

Lalu, tatap mata kita, seraya bertanya, “Hei mata, apakah engkau ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah Yang Maha Agung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah SAW, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah engkau ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, dan meleleh ditusuk baja membara? Akankah engkau yang seringkali terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?”

(more…)

 

Ketika Allah bilang tidak.. March 27, 2008

Filed under: renungan diri — arumjakarta @ 7:27 am

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."
Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."
Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

(more…)

 

Jadilah Diri Anda Sendiri, Maka Anda Akan Bahagia

Filed under: renungan diri — arumjakarta @ 7:14 am

Oase Ilmu – Tuesday, 21 September 2004

Sahabatku…
Sesungguhnya salah satu pintu masuk menuju kebahagiaan adalah, ketika kita menjadi diri kita sendiri. Keyakinan kita dengan potensi, bakat, kekuatan dan karakteristik yang ada pada diri kita, membuat kita merasakan keistimewaan dan keunikan yang kita miliki.

(more…)

 

Berkata yang Baik atau Diam

Filed under: jalan menuju... — arumjakarta @ 7:08 am

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”.

(HR. Bukhari dan Muslim)

(more…)