Menuju pintu rahmat dan ampunan

Semoga selalu dalam keridhoan Allah..

Kisah Sebatang Bambu March 10, 2008

Filed under: artikel hikmah — arumjakarta @ 3:27 am

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang
bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk
menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"

Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,
Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa
saluran air itu."

Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau
dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang
dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah
engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat
yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila
aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan
mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat
tumbuh dengan subur."

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam....., kemudian dia berkata
kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau
menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku,
bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah
ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam
tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat
melalui semua proses itu, Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui
semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari
semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna
bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau
kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu
hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa
saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur
dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak
habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di
hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah
sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia
sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan
bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan
memberikan beban yang tak mampu kita pikul.

 

2 Responses to “Kisah Sebatang Bambu”

  1. xxx Says:

    Wallahua’lam, hanya Allah Yang Maha Tahu. kita tidak tahu apa skenario Allah kepada kita, Ya Allah berilah hamba kesabaran dan ketabahan untuk menghadapi cobaan hidup ini. Amin ya rabbal ‘alamin

  2. bunda salma Says:

    subhanallah,,… kesempurnaan hanya milik Allah ….
    Allah punya rencana paling indah buat kita semua .. bagaimana kita bisa menyikapi setiap masalah,setiap kita ada masalah itu tandanya Allah sayang sama kita, msh ingat sama kita…. Allah percaya sama kita … bahwa kita mampu…

    salam 165


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s