Menuju pintu rahmat dan ampunan

Semoga selalu dalam keridhoan Allah..

Berapa lama kita dikubur? March 31, 2008

Filed under: artikel hikmah — arumjakarta @ 2:29 am

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya  yang kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang  es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak kekanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1905:20-01-1965” “Nak, ini kubur nenekmu mari kita  berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan  ayahnya yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti  ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya. “Hmm, berarti nenek sudah meninggal 36 tahun ya yah…” kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36 tahun … ”  Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak  kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut  “Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910” “Hmm.. kalau yang itu sudah  meninggal 91 tahun yang lalu ya yah” jarinya menunjuk nisan disamping  kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat  mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang  ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa  kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, kita akan  disiksa di neraka ” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya  kan yah?” Ayahnya tersenyum,
“Lalu?”

“Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun nenek senang di kubur …. ya nggak yah?” Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas
tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya … 36 tahun … hingga sekarang…kalau kiamat datang 100 tahun lagi ….136 tahun disiksa .. atau
bahagia di kubur …. Lalu ia menunduk … meneteskan air mata …

Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya … lalu kiamat masih 1000  tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna  ilaihi rooji’un … air matanya semakin banyak menetes…..Sanggupkah ia  selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000  tahun lagi
? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur  .. lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah?  Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah  tak tahan?

Ya Allah …ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya  …..

Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa  itu hingga suaranya serak … dan ia berhenti sejenak ketika terdengar  batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu… dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur …tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti sebuah kehidupan… dan apa yang akan datang di depannya…

 

—————————

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s